Mentha Piperita (Peppermint) Oil

PEPPERMINT (Mentha piperita) is a popular herb that can be used in numerous forms (ie, oil, leaf, leaf extract, and leaf water). Peppermint oil has the most uses, and use data on the oil are considered relevant to the leaf extract formulations as well. This herbal preparation is used in cosmeceuticals, personal hygiene products, foods, and pharmaceutical products for both its flavoring and fragrance properties. Peppermint oil possesses a fresh sharp menthol odor and a pungent taste followed by a cooling sensation. It also has a variety of therapeutic properties and is used in aromatherapy, bath preparations, mouthwashes, toothpastes, and topical preparations.

Topical preparations of peppermint oil have been used to calm pruritus and relieve irritation and inflammation. Their frequent application to impaired skin could contribute to the sensitization rates seen. Numerous allergic contact dermatitis reactions to peppermint oil have been described, many of which are linked to both perioral and intraoral disorders. Although peppermint oil is known for its many properties, its role as a sensitizer should be recognized so as to aid in the diagnosis of both dermatitis and oral conditions and to allow the initiation of proper avoidance measures.



Mentha Piperita (Peppermint) Oil, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Water are obtained from the Mentha piperita plant. The oil is currently used in cosmetic formulations as a fragrance component, but previously had been also described as a denaturant.



The extract and leaves are described as biological additives, but only the extract is reported to be used. Peppermint Water is described as a flavoring agent or fragrance component, but is not currently in use. Peppermint Oil is used at a concentration of < or = 3% in rinse-off formulations and < or = 0.2% in leave-on formulations. Peppermint Oil is composed primarily of menthol and menthone. Other possible constituents include pulegone, menthofuran, and limone. Most of the safety test data concern Peppermint Oil. The oil is considered to present the "worst case scenario" because of its many constituents, so data on the oil were considered relevant to the entire group of ingredients.



Peppermint Oil was minimally toxic in acute oral studies. Short-term and sub-chronic oral studies reported cystlike lesions in the cerebellum in rats that were given doses of Peppermint Oil containing pulegone, pulegone alone, or large amounts (>200 mg/kg/day) of menthone. Pulegone is also a recognized hepatotoxin. Repeated intradermal dosing with Peppermint Oil produced moderate and severe reactions in rabbits, although Peppermint Oil did not appear to be phototoxic. Peppermint Oil was negative in the Ames test and a mouse lymphoma mutagenesis assay but gave equivocal results in a Chinese hamster fibroblast cell chromosome aberration assay. In a carcinogenicity study of toothpaste and its components, no apparent differences were noted between mice treated with Peppermint Oil and those treated with the toothpaste base.


Menthol activates cold-sensitive TRPM8 receptors in the skin and mucosal tissues, and is the primary source of the cooling sensation that follows the topical application of peppermint oil.

Peppermint (Mentha × piperita) essential oil has a high concentration of natural pesticides, mainly pulegone (found mainly in Mentha arvensis var. piperascens cornmint, field mint, Japanese mint, and to a lesser extent (6,530 ppm) in Mentha × piperita subsp. nothosubsp. piperita) and menthone. It is known to repel some pest insects, including mosquitos, and has uses in organic gardening.

The chemical composition of the essential oil from peppermint (Mentha x piperita L.) was analyzed by GC/FID and GC-MS. The main constituents were menthol (40.7%) and menthone (23.4%). Further components were (+/-)-menthyl acetate, 1,8-cineole, limonene, beta-pinene and beta-caryophyllene.

Isolated clinical cases of irritation and/or sensitization to Peppermint Oil and/or its constituents have been reported, but Peppermint Oil (8%) was not a sensitizer when tested using a maximization protocol. It was expected that dermal absorption of Peppermint Oil would be rapid, following that of menthol, a major component, but in no case would be greater than absorption through the gastrointestinal tract. Because of the toxicity of pulegone, the safe concentration of this constituent was limited to < or = 1%. This concentration was achievable both by controlling the time of harvest and processing technique. There is evidence that menthol can enhance penetration of other agents. Formulators were cautioned that this enhanced penetration can affect the use of other ingredients whose safety assessment was based on their lack of absorption. With the limitation that the concentration of pulegone in these ingredients should not exceed 1%, it was concluded that Mentha Piperita (Peppermint) Oil, Mentha Piperita (Peppermint) Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Leaves, Mentha Piperita (Peppermint) Water are safe as used in cosmetic formulations.


Fresh or dried peppermint leaves are often used alone in peppermint tea or with other herbs in herbal teas (tisanes, infusions). Peppermint is used for flavouring ice cream, candy, fruit preserves, alcoholic beverages, chewing gum, toothpaste, and some shampoos, soaps and skin care products.

Selasih atau Basil (Ocimum basilicum)

Selasih, tlasih, basil, atau basilikum (Ocimum) atau O. basilicum ("basil" atau "sweet basil") sebagai rempah yang diwariskan dari tradisi Yunani Kuno. Di India, selasih yang paling dikenal adalah "tlasi" atau "tulasi" ("holy basil", O. tenuiflorum syn. O. sanctum).
Nama Melayu selasih diambil dari nama ini melalui bahasa Sanskerta. Warga Indocina dikenal menggunakan berbagai kultivar selasih.
Di Thailand dan negara-negara lain setempat dikenal "horapa" ("Thai basil", O. basilicum convar. Thyrsiflorum) dan "manglak" ("Thai lemon basil", O. citriodorum). Horapa populer sebagai bagian dari menu Vietnam. Manglak dikenal di Indonesia sebagai kemangi.



Selasih merupakan keluarga tumbuhan sweet basil yang salah satunya adalah kemangi asal Indonesia. Tumbuhan ini  dapat dimanfaatkan mulai dari biji, daun, dan bunganya sebagai rempah yang menyegarkan. Bentuknya butiran halus berwarna hitam. Biasa dijual dalam rendaman air, sehingga biji selasihnya sudah mengembang.



Selasih adalah segolongan terna yang dimanfaatkan daun, bunga, dan bijinya sebagai rempah-rempah serta penyegar (tonikum). Berbagai bagian tumbuhan ini berbau dan berasa khas, kadang-kadang langu, harum, atau manis, tergantung kultivarnya. Beberapa di antaranya bahkan dapat membuat mabuk. Beberapa jenis selasih, misalnya kemangi, berasal dari Asia Tenggara, namun sebagian besar dianggap berasal dari anak benua India.



Berikut 6 manfaat selasih:
1/ Memiliki fungsi sebagai afrodisiak. Zat cineole dan tanin berkhasiat untuk merangsang libido pria secara fisik, dan mengurangi sekresi cairan berlebih pada vagina.
2/ Mengandung banyak serat (dietary fiber) yang mampu menyerap kolesterol dan gula dalam darah, juga membantu mengurangi sembelit dan panas dalam.
3/ Menyejukkan tubuh dan menenangkan (sedative), sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang sulit tidur.
4/ Biji selasih kering disimpan dalam botol tertutup di tempat yang kering. Jika akan diolah, rendam dahulu dalam air matang hingga mengembang.
5/ Simpan selasih yang sudah direndam air dalam lemari pendingin.
6/ Selasih cocok diolah menjadi aneka minuman segar, misalnya dipadu dengan kelapa muda atau blewah.

Sesame oil / 참기름

참기름에는 많은 이점이있는 것으로 알려져 있으므로 사용자는 점차 증가하고 있습니다. 참기름에 함유 된 세사 몰 (sesamol)이라는 항산화 성분은 몸에서 자유 라디칼을 제거하는 데 도움을 줄 수 있습니다. 또한 리놀레산이 풍부하여 혈액 순환을 개선하고 혈관 막힘을 막아줍니다
참기름을 이용한 요리의 장점 :

1. 고혈압을 낮춘다.
참기름에 좋은 지방 인 세사민과 세사 몰의 함량은 고혈압을 자연적으로 안전하게 줄이는 데 도움이됩니다.

2. 구강 건강
또 다시,이 참기름은 구강 건강을 유지하는 데 도움이됩니다. 당연히 플라크와 타르타르 형성을 막고 입을 위생적으로 유지하는 데 도움이됩니다.

3. 암 예방
다양한 튀김 식품, 즉시 먹을 수있는 식품은 자궁암, 유방암, 결장암 등 여성의 암 위험을 지니고 있습니다. 글쎄, 이것을 극복하기 위해서는 항산화 물질이 풍부한 식품을 섭취해야합니다. 이 참기름은 건강에 좋은 음식 솔루션이 될 수 있습니다. 프리 래디컬 방지에 도움이되는 항산화 물질을 함유하고 있으며, 참기름은 암뿐만 아니라 다른 위험한 질병의 위협으로부터 멀리합니다.
4. 콜레스테롤을 낮추십시오.
참기름의 HDL 함량 (좋은 지방) 때문에 LDL (나쁜 지방)을 줄이는 데 효과적입니다. 물론, 소비는 과도하지 않아야합니다. 샐러드 또는 saute의 혼합물로 사용될 수 있습니다.

5. 당뇨병 통제
참기름을 먹어서 당뇨병을 통제하십시오. 마그네슘 함량은 인슐린 필요를 보호 할 수 있으므로 당뇨병 환자에게 적합합니다.

6. 건강한 창자
소화기 질환이있는 경우 참기름을 섭취하고 다른 기름을 대체하는 것이 좋습니다. 참기름은 모든 소화 장애를 치료하고 장을 키우는 것으로 입증되었습니다
7. 고혈압 예방
참깨 유는 고혈압 예방에 효과적이라는 일본의 연구 결과가 나왔습니다. sesaminnya의 함량은 다이어트 성분 중 하나로서 효과적입니다. 정기적으로 섭취하면 고혈압을 예방할 수 있습니다.

8. 아로마와 맛을 더한다.
다른 식물성 기름과 비교하여 참기름의 장점은 향과 맛을 최대화하는 것입니다. 이 참기름은 요리를 더욱 맛있게 해주는 향신료로 사용할 수 있습니다
참기름은 영양이 풍부하여 다양한 생활 습관병을 극복 할뿐만 아니라 숙취를 극복하고 스트레스를 예방하는데 효과적입니다. 건강 지향성이 높은 사람들에게는 참기름이 섭취를 권장하는 오일이라고 할 수 있습니다.
우리는 100 % 유기농 참기름을 제공합니다

Manfaat Minyak Wijen

Minyak wijen dikenal memiliki banyak manfaat, sehingga pengguna semakin hari semakin meningkat. Kandungan antioksidan yang disebut sesamol dalam minyak wijen, dapat membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, ia juga kaya akan linoleic acid, yang membantu memperlancar peredaran darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.




Manfaat memasak menggunakan minyak wijen :

1. Menurunkan tekanan darah tinggi
Kandungan sesamin dan sesamol yang merupakan lemak baik di dalam minyak wijen dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami dan aman.

2. Kesehatan rongga mulut
Dan uniknya lagi, minyak wijen ini dapat membantu menjaga kesehatan rongga mulut. Secara alami ia akan membantu melawan pembentukan plak dan karang gigi, serta menjaga agar mulut tetap higienis.

3. Mencegah kanker
Aneka gorengan, makanan siap saji cenderung membawa ancaman kanker pada wanita, baik kanker rahim, kanker payudara, kanker usus, dan lain sebagainya. Nah, mengatasi hal ini Anda harus mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan. Minyak wijen inilah yang bisa menjadi salah satu solusi makanan sehat. Mengandung antioksidan yang membantu memerangi radikal bebas, minyak wijen akan menjauhkan dari ancaman kanker, serta penyakit berbahaya lainnya.

4. Menurunkan kolesterol
Karena kandungan HDL (lemak baik) di dalam minyak wijen, maka ia efektif membantu menurunkan LDL (lemak jahat). Konsumsinya tentu saja tidak boleh berlebihan. Dapat digunakan sebagai bahan campuran salad atau menumis.

5. Mengontrol diabetes
Kontrol diabetes Anda dengan mengonsumsi minyak wijen. Kandungan magnesiumnya dapat melindungi kebutuhan insulin sehingga cocok dikonsumsi mereka yang menderita diabetes.

6. Menyehatkan usus
Bila Anda memiliki problem pencernaan, maka Anda disarankan mengonsumsi minyak wijen dan menggantikan minyak lainnya. Minyak wijen telah terbukti dapat menyembuhkan segala problem pencernaan serta menyehatkan usus.




7. Mencegah darah tinggi
Sebuah penelitian di Jepang membuktikan bahwa minyak wijen efektif membantu mencegah darah tinggi. Kandungan sesaminnya ampuh dijadikan salah satu bahan diet. Dan apabila dikonsumsi secara rutin maka dapat mencegah darah tinggi.

8. Menambah aroma dan rasa
Kelebihan minyak wijen dibandingkan minyak nabati lainnya adalah memaksimalkan aroma dan rasa. Minyak wijen ini bisa dijadikan bumbu yang membuat masakan semakin sedap.

Dengan nutrisi yang berlimpah, minyak wijen tidak hanya dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup, tetapi juga efektif untuk mengatasi mabuk dan mencegah stres. Untuk Anda yang memiliki orientasi terhadap kesehatan yang tinggi, minyak wijen dapat dikatakan sebagai minyak yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

Minyak Wijen (Sesame Oil)

Minyak wijen adalah minyak esensial dari biji wijen yang sudah diekstrak. Wijen termasuk salah satu tanaman yang pertama kali diambil bijinya untuk dijadikan minyak dan penyedap makanan. Minyak wijen dinilai memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan sehingga jumlah penggunanya semakin meningkat.




Minyak wijen terdiri dari dua jenis yakni minyak wijen dari wijen mentah dan minyak wijen dari wijen sangrai. Dua-duanya mempunyai sedikit perbedaan. Minyak wijen mentah biasanya berwarna lebih bening dan masih berbau mentah. Biasanya minyak wijen mentah digunakan untuk menggoreng. Minyak wijen matang berwarna lebih keruh dan berbau harum. Minyak wijen matang cocok digunakan sebagai tambahan masakan atau minyak pijat. Minyak wijen merupakan bahan makanan yang tahan dalam jangka waktu lama.

Kandungan minyak esensial dan vitamin E yang tinggi dalam minyak wijen membuat minyak ini berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Minyak wijen mampu membantu mengenyalkan wajah dan melembabkan. Selain itu, minyak wijen juga digunakan sebagai sun screen karena mampu membantu melindungi dan mengembalikan kecerahan kulit yang kusam akibat paparan sinar matahari. Minyak wijen juga dipercaya mampu mencegah kanker.

Dalam bidang kuliner, minyak wijen digunakan untuk menggoreng dan melezatkan masakan. Minyak wijen juga cocok digunakan untuk olahan mie dan pasta karena mampu mencegah pasta dan mie lengket ketika direbus. Minyak wijen juga membantu masakan agar tidak cepat basi dan mengurangi bau amis dari bahan masakan.



Minyak wijen tahan dalam waktu yang lama bahkan bertahun-tahun. Anda hanya perlu menyimpan minyak wijen dengan tepat. Simpanlah minyak wijen dalam botol rapat dan jauhkan dari sinar matahari langsung. Minyak wijen mentah juga dapat digunakan untuk menggoreng. Panaskan minyak wijen dan masukkan bahan mentah dan bumbu yang hendak digoreng. Selain menggoreng, minyak wijen juga berfungsi baik untuk menumis bumbu supaya lebih harum dan tidak cepat gosong.

Untuk masakan pasta dan mie, minyak wijen berfungsi mencegah bahan pasta dan mie lengket. Tambahkan minyak wijen sebanyak dua sampai empat sendok makan dalam rebusan pasta atau mie. Selain tidak lengket, pasta dan mie akan lebih kenyal dan gurih dengan tambahan minyak wijen saat perebusan.

Pesan Anda