Piper retrofractum

Piper retrofractum, the Balinese long pepper or Javanese long pepper


Nama lainnya adalah cabai jamu, lada panjang, cabai / cabe jawa atau cabai saja


Kandungan kimia : Buah cabe Jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahydropiperic acids, 1-¬undecylenyl-3, 4-methylenedioxry benzene, piperidin, minyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan piperlonguniinine.


Khasiat untuk kesehatan mengobati sakit : Kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sukar buang air besar pada penderita penyakit hati, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia, dan tekanan darah rendah. Bagian akar dapat digunakan untuk: kembung, pencernaan terganggu, tidak dapat hamil karena rahim dingin, membersihkan rahim setelah melahirkan, badan terasa lemah, stroke, rematik, dan nyeri pinggang. Daun dapat digunakan untuk mengatasi: kejang perut dan sakit 

Kayu Manis (Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum)


Cinnamomum verum'(True cinnamon, Sri Lanka cinnamon atau Ceylon cinnamon).
C. burmannii (korintje, kasiavera, atau Indonesian cinnamon).
C. loureiroi (Saigon cinnamon atau Vietnamese cinnamon).
C. aromaticum (Cassia atau Chinese cinnamon).



Kayu manis merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu dalam berbagai jenis makanan karena memiliki aroma dan rasa yang enak.

Kayu manis diduga dapat mengobati diabetes. Beberapa penelitian mengaitkan antara turunnya kadar gula dengan mengonsumsi kayu manis. Salah satunya menemukan bahwa kayu manis mungkin dapat menurunkan kadar gula darah hingga 24 persen dan kadar kolesterol hingga 18 persen. Penelitian lain mengungkapkan kayu manis yang dikonsumsi tiap hari selama 12 minggu berturut-turut kemungkinan dapat menyeimbangkan tingkat tekanan darah pada pasien diabetes. Namun sayangnya, penelitian-penelitian lain tidak mendukung hasil-hasil tersebut. Selain pada diabetes, rempah ini juga diduga bisa mengatasi kembung, diare, dan flu.

Kayu manis mengandung antioksidan yang bisa membantu mengontrol tingkat gula darah. Kayu manis membantu proses pencernaan setelah makan dan membantu memperbaiki respon insulin pada pasien diabetes tipe-2. Satu gram kayu manis saja diketahui bisa menurunkan tingkat gula darah, triglycerides, kolesterol buruk, dan kolesterol total pada pasien diabetes.


Asraza Indoherbal Jaya menyediakan kayumanis berkualitas dengan harga terbaik.

Temu Kunci (Boesenbergia pandurata)



Nama Ilmiah : Boesenbergia pandurata
Sinonim : Gastrochilus panduratum (Roxb) Schult.; Kaempferia pandurata (Roxb); Boesenbergia rotunda
Nama umum/ dagang : Temu kunci
Nama Lokal : Temu kunci (Indonesia), koncih (Sumatera), Tamu kunci (Minangkabau), Konce (Madura), Kunci (jawa tengah), Dumu kunci (Bima), Tamu konci (Makasar), Tumu kunci (Ambon), Anipa wakang (Hila-Alfuru), Aruhu Konci (Haruku), Sun (Buru) Rutu kakuzi (Seram), Tamputi (Ternate)
Nama asing : Fingerroot (Inggris), Krachai (Thailand), Chinese key (Cina)


Temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. syn. Curcuma rotunda L., B. pandurata (Roxb.) Schlechter, Kaempferia pandurata Roxb.)

Rimpang temu kunci berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan. Daunnya diketahui memiliki efek antiracun. 

Manfaat temukunci antara lain :

Sebagai Bumbu Dapur 
Obat Masuk Angin 
Mengatasi Panas Dalam 
Melancarkan Buang Air Kecil 
Mengobati Gatal-gatal
Mencegah Penyakit Tumor dan Kanker 
Meningkatkan Stamina Tubuh 
Melancarkan Produksi ASI 
Penghilang Nyeri
Melancarkan haid
Meringankan Depresi 
Obat Keputihan 
Anti Mikroba
Menurunkan Kolesterol dalam Darah 
Obat Batuk
Meningkatkan Nafsu Makan 
Mengurangi Kadar Gula dalam Darah 
Memperindah Kulit
Mengurangi Bau Badan 
Mengurangi Jerawat 
Sebagai Antioksidan 

Asraza Indoherbal Jaya menyediakan temukunci dengan kualitas terbaik, kualitas ekspor

Cabe Jawa (Piper retrofractum)

Cabe Jawa, berbeda dengan cabe umumnya yang biasa digunakan untuk bumbu masakan. Cabe jawa ini biasa disebut cabe jamu.


Cabe Jawa jenis ini banyak tumbuh di daerah jawa timur dan sekitarnya. dengan bentuk yang unik, aroma dan rasa yang lebih menyengat dibanding cabe biasa, sangat mudah mengenali cabe jamu ini. saat ini cabe jawa mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional. Adapun manfaat dari cabe jawa ini adalah:
1. Menurunkan demam pada tubuh
2. Mengurangi rasa nyeri
3. Mencegah peradangan
4. Mengobati beri-beri
5. Mencegah anemia dan menambah darah
6. Mengobati masuk angin
7. Meredakan flu dan pilek
8. Mengatasi lemah syahwat
9. Menghilangkan reumatik
10. Meringankan pusing kepala
11. Melegakan pernafasan atau nyeri dada
12. Mengurangi nyeri sakit gigi
13. Mengatasi kolera dan brokhitis

Cabe jawa ini baiknya adalah di rebus dahulu baru kemudian dikeringkan sinar matahari, karena bila langsung dijemur sinar matahari setelah dipanen, maka akan mudah patah atau tidak maksimal keringnya dan bagusnya adalah menggunakan sinar matahari bukan oven, karena biasanya kalaupakai oven malah akan menghilangkan kandungan minyak atsirinya.

demikian semoga tulisan ini dapat membantu

Hibiscus sabdariffa Tea Reducing Blood Pressure

Hibiscus sabdariffa is also known as roselle, red sorrel, Jamaican sorrel, sour-sour and Florida cranberry. Hibiscus sabdariffa L. (Hs, roselle; Malvaceae) has been used traditionally as a food, in herbal drinks, in hot and cold beverages, as a flavouring agent in the food industry and as a herbal medicine.



In vitro and in vivo studies as well as some clinical trials provide some evidence mostly for phytochemically poorly characterised Hs extracts. Extracts showed antibacterial, anti-oxidant, nephro- and hepato-protective, renal/diuretic effect, effects on lipid metabolism (anti-cholesterol), anti-diabetic and anti-hypertensive effects among others. This might be linked to strong antioxidant activities, inhibition of α-glucosidase and α-amylase, inhibition of angiotensin-converting enzymes (ACE), and direct vaso-relaxant effect or calcium channel modulation. Phenolic acids (esp. protocatechuic acid), organic acid (hydroxycitric acid and hibiscus acid) and anthocyanins (delphinidin-3-sambubioside and cyanidin-3-sambubioside) are likely to contribute to the reported effects.


Recent studies show that hibiscus tea can naturally lower blood pressure as effectively as some standard hypertension drugs. This isn’t brand-new information, as hibiscus has been used to treat high blood pressure in both African and Asian traditional medicine. In a clinical trial performed in 2004 and published in the journal Phytomedicine, hibiscus tea lowered the blood pressure of people with hypertension. In fact, it was as effective as the popular prescription medication captopril.

Similarly, in a study presented to the American Heart Association in 2008, researchers found that drinking three cups of hibiscus tea a day lowered blood pressure by as much as 13.2 percent in pre- and mildly hypertensive adults. Researchers have a few possible explanations for this. Hibiscus is a natural diuretic, it opens the arteries, and it may act as a natural angiotensin-converting enzyme inhibitor, meaning that it slows the release of hormones that constrict blood vessels.

While more research is needed, many experts believe that incorporating hibiscus tea into a daily diet will prove beneficial for hypertensive patients.


How to Make Hibiscus Tea
To harvest hibiscus calyxes for tea, simply snap off the calyxes with your hands when they are fully grown, but still tender. Use clippers to harvest hardened stems. Then, add 1 teaspoon dried calyxes to 1 cup boiling water. Steep for 5 to 10 minutes, and enjoy.

Higher doses of Roselle do exert toxic effects, although none of these toxic effects have been reported in humans (that being said, they have not conclusively been disproven either). It would be prudent to avoid taking too much Roselle, especially since many benefits of Roselle (elaborating on in complete summary) are not dose-dependent above the lowest observable toxic dose of 2.2g/150lb human.

Pesan Anda