Moringa oleifera

 Moringa oleifera is very nutritious, a fairly large tree native to North India. It goes by a variety of names, such as drumstick tree, horseradish tree or ben oil tree. Almost all parts of the tree are eaten or used as ingredients in traditional herbal medicines. This especially applies to the leaves and pods, which are commonly eaten in parts of India and Africa.


Moringa oleifera, native to India, grows in the tropical and subtropical regions of the world. It is commonly known as ‘drumstick tree’ or ‘horseradish tree’. Moringa can withstand both severe drought and mild frost conditions and hence widely cultivated across the world. With its high nutritive values, every part of the tree is suitable for either nutritional or commercial purposes. 



The leaves are rich in minerals, vitamins and other essential phytochemicals. Extracts from the leaves are used to treat malnutrition, augment breast milk in lactating mothers. It is used as potential antioxidant, anticancer, anti-inflammatory, antidiabetic and antimicrobial agent. M. oleifera seed, a natural coagulant is extensively used in water treatment. The scientific effort of this research provides insights on the use of moringa as a cure for diabetes and cancer and fortification of moringa in commercial products. This review explores the use of moringa across disciplines for its medicinal value and deals with cultivation, nutrition, commercial and prominent pharmacological properties of this “Miracle Tree”.



Moringa may lower blood sugar levels.
High blood sugar can be a serious health problem. In fact, it’s the main characteristic of diabetes.

Over time, high blood sugar levels raise the risk of many serious health problems, including heart disease. For this reason, it’s important to keep your blood sugar within healthy limits.

Interestingly, several studies have shown that Moringa oleifera may help lower blood sugar levels.

However, most of the evidence is based on animal studies. Only a few human-based studies exist, and they’re generally of low quality (18Trusted Source, 19Trusted Source, 20Trusted Source).

One study in 30 women showed that taking 1.5 teaspoons (7 grams) of moringa leaf powder every day for three months reduced fasting blood sugar levels by 13.5%, on average.

Another small study in six people with diabetes found that adding 50 grams of moringa leaves to a meal reduced the rise in blood sugar by 21%.

Scientists believe these effects are caused by plant compounds such as isothiocyanates.

Quercus infectoria

 Quercus infectoria, the Aleppo oak, is a species of oak, bearing galls that have been traditionally used for centuries in Asia medicinally. Manjakani is the name used in Malaysia for the galls; these have been used for centuries in softening leather and in making black dye and ink. In India the galls are called majuphal among many other names.



The galls of Quercus infectoria have also been pharmacologically documented to possess astringent, antidiabetic, antitremorine, local anaesthetic, antiviral, antibacterial, antifungal, larvicidal and anti-inflammatory activities. The main constituents found in the galls of Quercus infectoria are tannin (50-70%) and small amount of free gallic acid and ellagic acid.


The wide range of pharmacological activities of this plant might support the efficacy of extract preparation of Quercus infectoria that are widely used in Malaysia for treating many kinds of health problems since many decades ago. The nutgalls have been pharmacologically documented on their antiamoebic,anticariogenic and anti-inflammatory activities, to treat skin infections and gastrointestinal disorders.


Quercus infectoria can be used as a thickener in stews or mixed with cereals for making bread.

Also known as Majuphal in Indian traditional medicine, manjakani has been used as dental powder and in the treatment of toothache and gingivitis.

The so-called "Aleppo tannin" is Tannic acid gained from Aleppo oak galls, which displays unique chemical properties essential in the preparation of gold sols (colloids) used as markers in Immunocytochemistry.

Nowadays, gallnut extracts are also widely used in pharmaceuticals, food and feed additives, dyes, inks, and metallurgy.

Duwet atau Juwet atau Jamblang (Syzygium cumini)

Di beberapa daerah di Indonesia, buah juwet dikenal dengan nama yang berbeda-beda antara lain: jambu kling (Gayo), jambe kleng (Aceh), jambu kalang (Minang kabau), jamblang (Betawi dan Sunda), juwet, duwet, duwet manting (Jawa), dhalas (Madura), juwet (Bali), klayu (Sasak), duwe (Bima), jambulan (Flores), raporapo jawa (Makasar), alicopeng (Bugis), dan jambula (Ternate).

Duwet memiliki bentuk buah yang terlihat seperti anggur, dengan karakter warna ungu kehitaman. Buah pada bagian batang akan berkelompok dan sangat menyenangkan untuk dipetik. Tapi sekarang buah duwet mungkin hanya ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit karena banyak pohon yang mulai di tebang. Di beberapa pasar tradisional buah duwet bisa ditemukan pada bulan September hingga Oktober. Tapi ternyata sekarang buah duwet banyak dicari karena terbukti bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit dan manfaat pohonnya secara keseluruhan. 

Buah Duwet (Syzygium cumini)

Salah satu bahan pangan yang berpotensi untuk dijadikan pewarna alami yaitu buah duwet (Syzygium cumini). Duwet adalah buah kecil berwarna ungu, dijual dengan harga murah dan disukai beberapa anak-anak. Kenampakan kulit buah yang berwarna ungu jika masak menunjukkan adanya kandungan antosianin. Jenis antosianidin dalam buah duwet adalah petunidin 3-rhamnosa  (Carmen, 2005).


Antosianin merupakan kelompok flavonoid dari senyawa polifenol dan merupakan glikosida turunan polihidroksi dan polimetoksi kation 2-fenilbenzopirilium. Antosianin yang ditemukan pada tanaman pangan umumnya berbentuk glikosida dan asilglikosida dari 6 antosianidin utama. Hasil pengujian kandungan total antosianin (metode pH-diferensial) dari buah duwet segar yang matang rata-rata sebesar 161 mg/100  buah segar matang. Bagian kulit buah mengandung antosianin sebesar 731 mg/100 g kulit buah. Kandungan kulit buah memiliki kandunga antosianin 4,5 kali lebih besar dibandingkan  buah utuh segar yang matang. Sehingga  dapat disimpulkan bahwa kulit duwet berpotensi sebagai sumber antosianin (Puspitasari, 2009). Seperti halnya antosianin secara umum, ekstrak pigmen antosianin buah duwet juga mengalami penurunan intensitas warna merah yang disebabkan karena meningkatnya nilai pH dari 1-8.  Selain itu, statbilitas antosianin pada pH-3 mengalami penurunan karena semakin meningkatnya waktu kontak dengan oksidator, sinar UV, pemanasan dan selama penyimpanan.


Proses ekstraksi antosianin buah duwet menggunakan 3 metode yaitu dengan maserasi, pengepresan dan kombinasi. Pengepresan-maserasi merupakan metode yang lebih mudah penerapanya. Sedangkan pemilihan etanol sebagai pelarut dipertimbangkan karena keamanan dan tidak toksik bila digunakan pada produk pangan. Proses ekstraksi dapat dilakukan dengan merendam kulit atau buah duwet dalam pelarut. Ekstrak akan berlangsung lebih cepat jika dilakukan pengadukan salama perendaman berlangsung. Campuran disaring sehingga hanya mendapat pelarut dan pigmen antosianin. Pelarut dapat dipisahkan dari antosianin dengan proses evaporasi yang dilakukan pada kondisi vakum agar warna yang dihasilkan lebih baik. Hasil ekstraksi buah duwet tanpa biji dengan metode pengepresan-maserasi menghasilkan total rendemen tertinggi sebesar 11,5% serta kulit buah menghasilkan total rendemen yang tidak terlalu berbeda yaitu 11,48% (Satyatama, 2008).  

Euphorbia hirta

Daun patikan kebo memiliki ciri khas dengan tanamannya yang menjalar hinggan mencapai ketinggian 25 cm. Daunnya berukuran kecil hijau dan sedikit lebar. Batang tanamannya berwarna ungu kecokelatan. Jika Anda mematahkan batangnya, maka Anda akan menemukan getah berwarna putih dengan tekstur yang encer. Daun patikan kebo mengandung senyawa tanin, glukosa, asam forbat, asam melisat, jambulol, sterol, glicosida, flavonoid, dan eufosterol.

Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) masih satu famili dengan patikan cina, yaitu dalam keluarga Euphorbiaceae. Patikan kebo di Indonesia juga punya berbagai nama daerah. Di Sumatera dikenal dengan Daun biji kacang, daun dadih-dadih. Penduduk di Jawamenyebutnya Gelang susu, gedong anak, nanangkaan, nangkaan, kukonkukon, patikan, patikan jawa, patikan kebo, kak-sekakan. Masyarakat di Maluku menyebutnya Sosononga, isuma ibi, isu gibi. 


Para peracik jamu menuliskan herba patikan kebopada label jamu dengan nama simplisia Hirtae Herba. Kandungan kimia patikan kebo antara lain: Kuersetin, triakontan, fitosterol, jambulol, eufosterol, tarakseron, tarakserol, amarin, flavonoid, sitosterin. 


Kegunaan daun patikan kebo antara lain untuk: pencegah kehamilan, pelancar ASI, peluruh dahak/obat batuk, peluruh keringat, penghenti pendarahan, pereda kejang. Kulit akar Patikan kebo untuk: obat luka, peluruh air seni, pencahar. Seluruh tanaman Patikan kebo sebagai obat pereda

Kapulaga

Kapulaga adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean). Kedua genera ini adalah tanaman asli Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Nepal, dan Pakistan; biji kapulaga dapat dikenali dari biji polongnya yang kecil, penampang irisan segitiga, dan berbentuk gelendong kumparan, dengan kulit luar yang tipis, dan biji hitam yang kecil.



Kapulaga adalah jenis tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomi tinggi, rempah dengan rasa dan aroma yang sangat khas satu ini banyak diburu pabrik-pabrik jamu. Buah kapulaga kering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu dan juga penyedap atau pengharum makanan. Kapulaga juga banyak dimanfaatkan untuk bahan pembuatan obat alami, banyak orang di desa yang memanfaatkan kapulaga untuk mengobati batuk.

Kapulaga adalah rempah yang paling banyak digunakan pada menu Timur Tengah atau India. Rasanya yang khas dengan aroma yang kuat, membuat kapulaga memberikan cita rasa berbeda pada tiap menu.

Tapi, kapulaga juga bisa dicampur ke dalam minuman lho. Seperti teh khas Timur Tengah. Terkadang ditambahkan dengan susu untuk menambah rasa.

Kapulaga memiliki aroma yang sangat kuat dibanding rempah-rempah lainnya. Aroma kuat ini berasal dari minyak yang ada dalam biji rempah-rempah tersebut. Manfaat kapulaga bagi kesehatan karena mengandung terpinine, borneol, eucalyptol, camphor, dan limonene.

Teh kapulaga biasanya dibuat dengan menghancurkan biji dan merebusnya dalam air untuk melepaskan minyak atau sarinya.

Jenis tanaman ini banyak dibudidayakan dengan cara tumpangsari dengan tanaman kayu-kayuan di kebun petani.  Harga kapulaga kering cukup tinggi, karena jenis rempah satu ini juga masuk dalam industri pembuatan parfum.



Ada dua macam kapulaga yang banyak digunakan di Indonesia, yakni kapulaga jawa (Amomum compactum) dan kapulaga seberang atau kapulaga india (Elettaria cardamomum); keduanya termasuk ke dalam suku jahe-jahean atau Zingiberaceae.

Kapulaga India diperkenalkan ke Guatemala oleh pengusaha perkebunan kopi asal Jerman, Oscar Majus Kloeffer, sebelum Perang Dunia I. Kini Guatemala menjadi penghasil kapulaga terbesar di dunia, diikuti oleh India. beberapa negara seperti Sri Lanka dan Indonesia juga membudidayakannya. Polong biji Elettaria berwarna hijau terang, sementara polong biji Amomum lebih besar dan berwarna cokelat tua.

Kini kapulaga adalah rempah termahal ketiga di dunia, setelah saffron dan vanilla.

Wedang Uwuh "Minuman Sampah"

Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh terbuat dari bahan alami seperti jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis dan lain sebagainya, disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang.



Dibalik itu semua minuman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh serta banyak terdapat kandungan gizinya. Kandungan yang terdapat dari ramuan ini yang meliputi kandungan zat besi, protein, karbohidrat dan masih banyak lagi. Kandungan tersebut dipercaya memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi tubuh.

Manfaat dan khasiat wedang uwuh untuk kesehatan, sebagai berikut :
1. Menurunkan kadar kolesterol
2. Mengatasi masalah perut
3. Menghilangkan capek
4. Kaya akan antioksidan
5. Meredakan nyeri
6. Menyegarkan badan
7. Meningkatkan kekebalan tubuh
8. Melancarkan aliran darah
9. Menyembuhkan dan mencegah masuk angin
10. Menghangatkan badan

Pada awalnya wedang uwuh, yang merupakan minuman khas dari Yogyakarta, berbentuk bahan utuh berupa rempah-rempah asli, tetapi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan akan kepraktisan, saat ini wedang uwuh sudah dikembangkan menjadi dalam bentuk instan, maupun bentuk celup.

Silahkan mencoba dan rasakan hangatnya.

Turmeric Latte (Golden Milk)

Turmeric Latte adalah minuman yang bernama asli Hadli Doodh, merupakan minuman tradisional yang berasal dari India, minuman yang lagi hits di berbagai penjuru dunia ini terbuat dari susu dan kunyit serta berbagai rempah-rempah lain. 

Campuran susu dan kunyit ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati flu dan membantu mengurangi gejala insomnia. 




Bahan-bahan :
500 ml susu cair
3 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt kayu manis bubuk
1 sdt lada hitam
1 ruas jahe (geprek) atau 1/2 sdt jahe bubuk
3 sdm madu


Cara Pembuatan :
1. Panaskan susu cair dg api kecil hingga mendidih
2. Dalam wadah campur kunyit bubuk, lada hitam dan kayu manis bubuk
3. Setelah susu mendidih, masukkan jahe yang sudah digeprek, aduk rata
4. Masukkan campuran kunyit, lada hitam dan kayu manis bubuk
5. Aduk rata, didihkan sebentar, matikan api
6. Tambahkan madu, aduk hingga tercampur rata, kemudian saring
7. Sajikan hangat atau dingin




Resep dari Tanaman Herbal Patikan Kebo

Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) ternyata memiliki banyak manfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Menurut penelitian pada tahun 2010 tentang penggunaan Euphorbia sebagai obat tradisional terlihat bahwa tanaman ini mengandung banyak nutrisi bermanfaat.

Daun patikan kebo ternyata mengandung natrium, kalium, kalsium, dan litium. Selain itu, tanaman yang sering dianggap gulma mengganggu ini kaya akan vitamin C, fenolik, dan beta-karoten.

Walaupun terlihat tidak seperti tanaman herbal biasanya, daun patikan kebo memiliki segudang manfaat yang bisa Anda peroleh untuk kesehatan Anda.




DEMAM BERDARAH
Gejala dari demam berdarah adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba, sakit perut, batuk, kerongkongan sakit, dan sesak napas. Pada kulit penderita timbul bintik-bintik merah yang kadang kala diikuti dengan berak darah, perdarahan dari hidung, dan perdarahan pada bagian putih mata.

Penyebab: Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan perantaraan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Pengobatan: 30 gram daun patikan kebo direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.



DISENTRI
Disentri merupakan peradangan usus besar yang disertai sakit perut. Disentri biasa terjadi pada kondisi sanitasi (kebersihan lingkungan) yang kurang baik, atau misalnya minum air mentah, sayur yang tidak dimasak, dan buah-buahan yang tidak dicuci dapat menjadi pembawa bibit penyakit disentri.

Penyebab: Penyebab disentri adalah kuman yang menyerang dinding usus besar sehingga perut terasa mulas, kembung, mual-mual, muntah-muntah, diare. Jika tidak segera teratasi dalam waktu 3 hari, feses penderita akan mengandung lendir dan darah, tubuh menjadi lemas, mata cekung, dan dapat berakibat kematian.

Pengobatan: 30 gram patikan kebo dan 30 gram daun jambu biji direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian aimya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.



TEKANAN DARAH RENDAH /HIPOTENSI
Tekanan darah dikatakan rendah bila tekanan sistoliknya kurang dari 100 mm Hg. Akan tetapi, bagi orang-orang tertentu, tekanan darah yang rendah dan bertahan dalam jangka waktu lama merupakan keadaian yang normal. Gejala tekanan darah rendah adalah: pusing dan mudah lelah lemas.

Penyebab: Tekanan darah yang rendah dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat, kelelahan, stres, pengkonsumsian makanan yang tidak seimbang, atau sehabis menderita suatu penyakit.

Pengobatan: 30 gram patikan kebo, 100 gram hati ayam dan 100 gram bayam ditim, kemudian dimakan, dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.

Euphorbia hirta

Patikan kebo (Euphorbia hirta L) atau dikenal oleh orang Filipina sebagai gatas-gatas atau tawa-tawa.
Patikan kebo masih satu famili dengan patikan cina, yaitu dalam keluarga Euphorbiaceae. Patikan kebo di Indonesia juga punya berbagai nama daerah. Di Sumatera dikenal dengan Daun biji kacang, daun dadih-dadih. Penduduk di Jawa menyebutnya Gelang susu, gedong anak, nanangkaan, nangkaan, kukonkukon, patikan, patikan jawa, patikan kebo, kak-sekakan. Masyarakat di Maluku menyebutnya Sosononga, isuma ibi, isu gibi.



Para peracik jamu menuliskan herba patikan kebo pada label jamu dengan nama simplisia Hirtae Herba.

Kandungan kimia patikan kebo antara lain: Kuersetin, triakontan, fitosterol, jambulol, eufosterol, tarakseron, tarakserol, amarin, flavonoid, sitosterin.



Daun patikan kebo (Euphorbia) adalah tanaman herbal yang hampir semua bagiannya memiliki kegunaan. Kegunaan daun patikan kebo antara lain untuk: pencegah kehamilan, pelancar ASI, peluruh dahak/obat batuk, peluruh keringat, penghenti pendarahan, pereda kejang. Kulit akarPatikan kebo untuk: obat luka, peluruh air seni, pencahar. Seluruh tanaman Patikan kebo sebagai obat pereda.



Saat Anda memetik bagian batang atau daun, Anda akan melihat adanya getah susu yang keluar. Usahakan untuk tidak langsung menyentuhnya karena beracun untuk kulit Anda.

Walaupun belum ada penelitian yang benar-benar memastikan efek samping dari tanaman ini, mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan mual dan muntah.

Selain itu, menyentuh Euphorbia dengan tangan telanjang bisa menyebabkan kulit iritasi dan menimbulkan reaksi alergi. Itu sebabnya, sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan saat hendak mengolah tanaman ini.

Selain itu, tanaman ini juga tidak dianjurkan sebagai obat tradisional untuk ibu hamil. Hal tersebut dikarenakan daun patikan kebo dapat menyebabkan kontraksi pada rahim, sehingga berpotensi keguguran. 

Herbal Untuk Kesehatan Jantung

Bawang Putih
Tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, bawang putih juga dipercaya sejak zaman dahulu sebagai obat herbal yang mujarab. Sebuah penelitian di Iran yang dimuat dalam International Journal of Preventive Medicine menunjukkan hasil positif tentang efek bawang putih terhadap kolesterol.

Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa konsumsi bawang putih dan perasan lemon dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), fibrinogen, dan tekanan darah pada penderita dislipidemia (kolesterol tinggi). Bawang putih mengandung senyawa phytochemical yang dapat berfungsi sebagai anti inflamasi (peradangan). Senyawa ini dapat mencegah terjadinya reaksi oksidatif di pembuluh darah dan menghambat peningkatan kadar LDL.


Beberapa penelitian lain telah menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih segar dalam jumlah besar dapat menurunkan tekanan darah, menghambat agregasi trombosit, meningkatkan aktivitas fibrinolitik, mengurangi kadar serum dan kadar trigliserida serta melindungi sifat elastis dari aorta. Untuk merasakan manfaat bawang putih, kamu bisa makan 1 hingga 2 siung bawang putih setiap harinya. Konsumsi secara mentah, tanpa mencampurkannya dengan bahan makanan lainnya.

Kunyit
Selain untuk penyakit maagh, kunyit memiliki banyak manfaat. Manfaat utama kurkumin di dalam kunyit adalah meningkatkan fungsi endotelium yang merupakan lapisan pembuluh darah Anda. Endotelium merupakan penyebab utama penyakit jantung karena ketidakmampuannya untuk mengatur tekanan darah, pembekuan darah, dan berbagai faktor lainnya. Kurkumin dapat meningkatkan kesehatan jantung dan kunyit membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah pembekuan darah untuk mencegah serangan jantung.


Curcumin pada kunyit bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung dan kunyit membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah pembekuan darah untuk mencegah serangan jantung. Kamu bisa mencampurkan kunyit ke dalam beberapa olahan makanan lainnya, seperti ke dalam susu.

Kayu Manis
Kulit kayu manis memiliki sejumlah manfaat di antaranya mengontrol gula darah karena mengandung antioksidan, anti infeksi, meningkatkan fungsi otak, mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, mencegah pertumbuhan sel kanker, menghangatkan tubuh, dan mencegah penggumpalan darah.


Kayu manis juga disinyalir dapat membantu melindungi penyakit jantung. Hal ini dikarenakan kayu manis memiliki senyawa antiinflamasi yang berlimpah. Senyawa inilah yang mampu menyeimbangkan tekanan darah dan kolsterol. Selain itu juga menawarkan perlindungan lewat antioksidan yang dimilikinya.

Jahe
Jahe memiliki sifat antiinflamasi yang dapat menurunkan kolesterol dalam tubuh. Bahan aktif pada jahe seperti gingerol, merupakan senyawa yang membantu merelaksasi pembuluh darah dan merangsang aliran darah ke jantung. Untuk merasakan manfaat jahe, kamu bisa mengkombinasikan jahe dengan lemon. Konsumsi secara rutin 2 hingga 3 kali dalam sehari.

Rosemary
Rosemary juga telah terbukti efektif digunakan untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan rosemary memiliki senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang mampu melindungi jantung. Senyawa ini terbukti mampu mengurangi stres dan mengatur kadar kolesterol.

Teh Hijau
Studi klinik menunjukkan bahwa teh hijau memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah aterosklerosis dan mengatasi peradangan arteri. Pada penelitian di Cina juga menunjukkan bahwa teh hijau dapat mengurangi kadar LDL atau kolesterol buruk.

Manfaat teh hijau untuk menjaga kesehatan jantung didapatkan dari adanya katekin yang merupakan polifenol aktif dalam teh hijau. Kandungan ini memiliki potensi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Daun Zaitun
Daun zaitun memiliki kemampuan unik untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh, juga melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal ini dikarenakan adanya senyawa antioksidan pada daun zaitun yang mampu menjaga kesehatan jantung.

Tepung Onggok (Ampas Tapioka)

Tepung Onggok adalah limbah padat atau ampas tapioka atau ampas singkong yang telah diambil saripatinya dalam pengolahan tepung tapioka. Onggok ini harus dikeringkan dengan dijemur pada panas matahari normal sekitar 3 sampai 4 hari untuk dapat dijadikan tepung.



Tepung onggok banyak digunakan pada :
Produksi obat anti nyamuk bakar.
Bahan campuran makanan (krupuk, saos, atau bumbu penyedap), untuk onggok super dengan warna lebih putih, bersih, dan food grade.
Produksi lem.
Bahan campuran pakan ternak.
Alat pembakaran di industri batu bata atau pengolahan kerupuk (pengganti bahan bakar kayu).






Pesan Anda