Resep Penambah Nafsu Makan Anak dengan Curcuma xanthorrhiza

Bahan: 30 gram rimpang temulawak segar dan 5 gram asam jawa.

Cara membuat: temulawak dikupas, iris tipis-tipis lalu campur dengan asam jawa dan rebus dengan air sebanyak 300 cc. Rebus dengan api sedang hingga air tersisa sekitar 200 cc. Setelah dingin, saring, dan tambahkan madu murni 3 sendok makan. Minum 2 kali sehari pagi dan sore.



Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.


Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza, Roxb) termasuk tanaman obat, yang di Jawa lebih dikenal dengan nama temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temo labak. Nama Inggris untuk temulawak adalah Java turmeric alias kunyit Jawa. Temulawak seringkali disebut Curcuma, walaupun sebetulnya kurang tepat karena banyak spesies tanaman obat lain yang juga menggunakan nama Curcuma.

Temulawak masih satu jenis dengan  kunyit, temu hitam, dan temu giring , dan satu famili dengan lempuyang gajah, lempuyang wangi dan jahe (ginger).

Sejak jaman nenek moyang, temulawak dikenal sebagai jamu ampuh untuk melawan berbagai penyakit diantaranya sakit kuning (hepatitis), sakit maag dan sariawan, memperlancar ASI, obat sembelit, penyakit kulit (jerawat/eksim) dan obat penambah nafsu makan.

Bukan hanya di Indonesia, di Belanda temulawak banyak digunakan untuk pengobatan dan dalam farmasi. Kandungan temulawak terpenting adalah curcuminoid dan minyak atsiri (xanthorrhizol, germacon, dll). Kandungan minyak atsiri dalam temulawak sebanyak 3-12%, sedangkan kandungan curcuminoid sebanyak 1-2%. Curcuminoid terdiri atas senyawa berwarna kuning curcumin dan turunannya. Curcuminoid yang memberi warna pada rimpangnya memiliki potensi antibakteria, antitumor/ kanker, antiradang, antioksidan, hepatoprotektor dan hipokolesterolemik (menurunkan kadar kolesterol).



Obat penyakit hati
Penelitian ilmiah membuktikan bahwa rimpang temulawak banyak mengandung senyawa yang bermanfaat untuk organ hati, kandung empedu dan pankreas. Karena itu saat ini temulawak banyak digunakan untuk pengobatan penyakit hati  seperti hepatitis. Temulawak merangsang sel hati membuat zat empedu (koleritik), melindungi sel hati, dan menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Pengaruhnya terhadap empedu adalah mencegah pembentukan batu empedu dan radang empedu (kolesistitis). Minyak atsiri yang terkandung dalam temulawak juga berkhasiat sebagai analgetik (penghilang rasa sakit) dan anti piretik (penurun demam).

Temulawak sebagai obat nafsu makan
Sejak lama nenek moyang kita menggunakan temulawak sebagai jamu untuk merangsang nafsu makan anak. Selain temulawak sebagai bahan tunggal atau dengan mencampur herbal lain seperti asam jawa, temu ireng dll. Saat ini di pasaran juga banyak beredar suplemen kesehatan dan vitamin  yang mengandung Curcuma dan mengklaim dapat menambah nafsu makan anak.
Penelitian membuktikan temulawak dapat membangkitkan nafsu makan. Curcuminoid, salah satu komponen utama curcuma, adalah senyawa yang berperan sebagai penambah nafsu makan. Cara kerjanya dengan memperlancar sekresi cairan empedu dan pankreas, sehingga aktivitas pencernaan meningkat. Selain itu minyak atsiri yang terkandung dalam Curcuma bekerja mempercepat pengosongan lambung, sehingga cepat menimbulkan rasa lapar.

Sumber : wikipedia & anakku

Pesan Anda