Euphorbia hirta

Daun patikan kebo memiliki ciri khas dengan tanamannya yang menjalar hinggan mencapai ketinggian 25 cm. Daunnya berukuran kecil hijau dan sedikit lebar. Batang tanamannya berwarna ungu kecokelatan. Jika Anda mematahkan batangnya, maka Anda akan menemukan getah berwarna putih dengan tekstur yang encer. Daun patikan kebo mengandung senyawa tanin, glukosa, asam forbat, asam melisat, jambulol, sterol, glicosida, flavonoid, dan eufosterol.

Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) masih satu famili dengan patikan cina, yaitu dalam keluarga Euphorbiaceae. Patikan kebo di Indonesia juga punya berbagai nama daerah. Di Sumatera dikenal dengan Daun biji kacang, daun dadih-dadih. Penduduk di Jawamenyebutnya Gelang susu, gedong anak, nanangkaan, nangkaan, kukonkukon, patikan, patikan jawa, patikan kebo, kak-sekakan. Masyarakat di Maluku menyebutnya Sosononga, isuma ibi, isu gibi. 


Para peracik jamu menuliskan herba patikan kebopada label jamu dengan nama simplisia Hirtae Herba. Kandungan kimia patikan kebo antara lain: Kuersetin, triakontan, fitosterol, jambulol, eufosterol, tarakseron, tarakserol, amarin, flavonoid, sitosterin. 


Kegunaan daun patikan kebo antara lain untuk: pencegah kehamilan, pelancar ASI, peluruh dahak/obat batuk, peluruh keringat, penghenti pendarahan, pereda kejang. Kulit akar Patikan kebo untuk: obat luka, peluruh air seni, pencahar. Seluruh tanaman Patikan kebo sebagai obat pereda

No comments:

Post a comment

Pesan Anda